Selasa, 25 Desember 2012

PERBEDAAN MARKETING SOSIAL DAN KOMERSIL


                 PERBEDAAN MARKETING SOSIAL DAN KOMERSIL


1.Pengertian pemasaran sosial  dan komersil

"Pemasaran sosial adalah sebuah proses yang menerapkan prinsip-prinsip pemasaran dan teknik untuk membangun, mengkomunikasikan, dan meciptakan nilai untuk mempengaruhi perilaku khalayak sasar yang menguntungkan masyarakat (dalam berbagai aspek sosial seperti kesehatan masyarakat, keselamatan, lingkungan dan budaya) serta khalayak sasar itu sendiri." - Phillip Kotler, Nancy Lee dan Michael Rothschild (2006).
Pada dasarnya sosial marketing adalah strategi “menjual” gagasan untuk mengubah pemikiran, sikap dan perilaku masyarakat. Berdasarkan pengalaman, penerapan strategi pemasaran dalam dunia sosial terbukti dapat memberdayakan organisasi dalam memperoleh dukungan untuk melanjutkan hidupnya, antara lain dalam memperoleh sumber dana potensial yang berasal dari masyarakat secara luas (fund raising).
Sedangkan dalam pemasaran komersial yaitu marketing mix yang terdiri dari produk (product), harga (price), distribusi (place) dan promosi (promotion), tidak dapat ditinggalkan dalam SM. Secara prinsip konsep ini sama penerapannya dan adanya perbedaan di sana-sini adalah merupakan konsekuensi logis dari perbedaan konteks antara kegiatan komersial dan sosial. Berikut ini kosep marketing mix dalam SM .

2. Perbedaan marketing sosial dan komersil

Perbedaan mendasar antara pemasaran komersial dan pemasaran sosial adalah pemasaran sosial menargetkan keinginan masyarakat untuk memperbaiki atau meningkatkan kualitas hidup mereka. Oleh karena itu partnership dan policy ditambahkan pada rumusan sosial marketing karena kemitraan menjadi tujuan organisasi dan tidak ada artinya upaya mengubah perilaku jikalau tidak dilakukan upaya untuk mendorong tersusunnya kebijakan. Secara khusus pemasaran komersial dengan pemasaran sosial terdapat perbedaan, diantaranya :
  1. Penggunaan produk sosial sering kali lebih rumit.
  2. Produk sosial lebih kontoversial
  3. Produk sosial tidak memberikan keuntungan yang tampak dan dapat dirasakan secara langsung.
  4. Distribusi produk sosial sulit digunakan dan dikontrol
  5. Pasar Produk sosial sulit dianalisis
  6. Sasaran produk sosial memiliki sumber terbatas
  7. Ukuran keberhasilan penjualan produksi social lebih berat dari pada produk komersial 
Pemasaran sosial berorientasi pada konsumen berbeda dengan pemasaran komersial yang orientasinya pada perusahaan, sehingga keberhasilan pemasaran sosial ditentukan oleh ukuran konsumen atau masyarakat. Konsumen sebagai tolak ukur proses mempunyai empat unsure yaitu produk, harga, tempat dan promosi, peranan konsumen tidak hanya sebagi sasaran namun juga sebagai pengukur kegiatan sehingga berpengaruh dalam penentuan strategi pemasaran.
Produk yang dijual dala pemasaran sosial adalah produk sosial atau produk yang secara sosial bermanfaat, seperti jenis pelayanan (pemeriksaan ibu hamil, penimbangan balita) atau perilaku baru (berhenti merokok, olahraga) dapat juga berupa benda nyata (kapsul vitamin A, tablet besi untuk tambah darah) yang disesuiakan denga keterbutuhan dan minat masyarakat. Harga dalam pemasaran social ditentukan berdasarkan manfaat atau kemudahan yang dapat dinikmati oleh masyarakat, berbeda dengan pemasaran komersial yang didasarkan pada besarnya biaya yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang. Harga dapat berupa uang, kesempatan, status dan waktu. Tempat pemasaran sosial adalah lokasi tempat produk dapat diperoleh. Promosi bertujuan untuk membujuk konsumen atau kelompok sasaran tertentu agar tertarik dengan produk yang ditawarkan.
 
v  Poin penting dari pemasaran sosial adalah (Kotler, 2002: 5).

(1)Suka rela (tidak ada hegemoni/kapitalis yang memaksakan)Salah satu tantangan terbesar dari pelaksanaan social marketing adalah perubahan perilaku secara suka rela.

(2) penerimaan, penolakan, perubahan dan meninggalkan perilaku

Agen perubahan (social marketer) berharap target audience melakukan satu dari empat hal (a) menerima perilaku yang baru (b) menolak perilaku lain yang potensial (c) merubah perilaku sebelumnya (d) meninggalkan perilaku yang lama dilakukan.


(3) keuntungan berada pada individu, kelompok atau masyarakat
Tidak seperti sektor pemasaran komersil, dimana keuntungan utama diraih oleh korporasi atau pemegang kuasa (stake holder). Keuntungan dalam konsep sosial marketing ditujukan pada individu, kelompok dan masyarakat sebagai satu kesatuan.


Berbeda dengan pemasaran sektor komersil yang menjual barang dan jasa, social marketer menjual perubahan perilaku. Perbedaan dengan sektor pemasaran komersil (2002: 10):

a. Produk
Produk yang dijual pada sosial marketing berupaya menjual perubahan perilaku sedangkan commerisial marketing produk utamanya menjual barang dan jasa secara.

b. Tujuan
Dalam sektor commercial marketing, tujuan utamanya ialah peningkatan finansial bagi marketer. Pada sosial marketing bertujuan peningkatan individu atau sosial.

c. Kompetitor
Secara teknis keduanya memiliki kompetitor. Hanya pada commercial marketing kompetitornya ialah organisasi lain yang menawarkan barang dan jasa yang sama sedang social marketing lebih kepada perilaku sebelumnya (yang ingin diubah) ataupun perilaku lain yang lebih disukai. Kemudian adanya perasaan "senang" dan keuntungan melakukan "perilaku" sebelumnya.


d. Segmentasi
Segementasi pada commercial marketing lebih terarah pada Kelompok/individu yang mampu meningkatkan penjualan produk. Sosial marketing berfokus pada Kelompok/individu yang dipandang memiliki permasalahan secara sosial.

REFERENSI










1 komentar:

  1. Gambling in California, USA - DrmCD
    Gambling in California, 안양 출장마사지 USA 용인 출장샵 · 구미 출장샵 Nevada 광명 출장샵 · Pennsylvania · Illinois · Nevada · New 고양 출장안마 Jersey · Colorado · Connecticut · Pennsylvania. Gambling in Michigan.

    BalasHapus